BMW GROUP MENDORONG TRANSPORTASI LOGISTIK RENDAH EMISI.

“Kami sangat senang menjadi pembuat mobil pertama yang bergabung dengan koalisi ini dan dengan demikian memimpin jalan menuju lebih berkelanjutan.”

BMW Group telah memperluas komitmennya untuk menjadikan logistik transportasi lebih berkelanjutan.

Menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Climate Change Conference (COP 25) di Madrid dan sebagai bagian dari komitmen BMW untuk lebih mengurangi emisi karbon di sepanjang rantai nilai keseluruhan, perusahaan telah bergabung dengan “Getting to Zero Coalition”. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menggunakan kapal kargo tanpa emisi dari tahun 2030.

Koalisi Getting to Zero adalah kemitraan antara Global Maritime Forum, Friends of Ocean Action, dan World Economic Form.

“Transportasi maritim sangat penting untuk memasok jaringan manufaktur internasional BMW Group dan untuk distribusi kendaraan global. Kami melihat Koalisi Menuju Nol/Getting to Zero dari berbagai pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lintas-sektor lainnya sebagai peluang unik untuk terus meminimalkan emisi karbon di sektor kelautan juga,” tegas Jürgen Maidl, Wakil Presiden Senior Jaringan Produksi dan Manajemen Rantai Pasokan di BMW Group. “Kami sangat senang menjadi pembuat mobil pertama yang bergabung dengan koalisi ini dan dengan demikian memimpin jalan menuju lebih berkelanjutan.”

Transportasi maritim saat ini menyumbang 50% dari emisi CO2 rantai transportasi BMW Group.

Secara global, sekitar tiga persen dari keseluruhan emisi gas rumah kaca berasal dari transportasi laut – dan trennya sangat meningkat.

Sebagai bagian dari Getting to Zero Coalition, BMW Group sekarang ingin mencapai penghapusan total emisi karbon dengan menggunakan bahan bakar bebas karbon dan sistem propulsi baru serta mengoptimalkan efisiensi energi.

BMW GROUP menegaskan kembali kejelasan komitmennya kepada Agenda PBB 2030.

Pengumuman bahwa BMW Group telah bergabung dengan Getting to Zero Coalition sebelum COP 25, yang berlangsung dari 2 hingga 13 Desember di Madrid, bukan kebetulan.

Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kegiatan-kegiatan BMW Group dihubungkan oleh sejarah panjang kolaborasi erat. BMW Group telah secara aktif mengambil bagian dalam konferensi perubahan iklim COP secara teratur sejak 2008. Tahun ini, perusahaan akan menyumbangkan ide-ide baru dan keahlian teknisnya pada pembangunan berkelanjutan sekali lagi.

Fokus kegiatan akan pada keterlibatan baru BMW Group sebagai sponsor utama dari Forum Inovasi Berkelanjutan/Sustainable Innovation Forum (SIF) pada 10 dan 11 Desember 2019.

SIF telah menjadi salah satu konferensi keberlanjutan terkemuka dalam program pinggiran PBB COP selama bertahun-tahun dan secara teratur dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama global dari politik, industri, ilmu pengetahuan, dan masyarakat, yang menggunakannya sebagai platform untuk diskusi tentang tantangan pembangunan berkelanjutan. Dalam konteks ini, BMW Group terutama akan menyajikan perkembangan saat ini dalam mobilitas listrik dan menunjukkan bagaimana teknologi pintar dan digital dapat berkontribusi pada mobilitas berkelanjutan.

KEUNGGULAN TERSEMBUNYI BMW E34.

BMW E34 biasa dijuluki Badak. Julukan ini datang dari seorang Bimmerfan dari Surabaya yang sering dipanggil dengan Cak Rizal.

Ada beberapa keunggulan tersembunyi Badak E34, yang sebenarnya kelihatan saja, namun mungkin sering kelewatan dari perhatian orang:

  • Catnya kuat. Bdak yang dirawat dengan wajar, wajar saja enggak usah terlalu banyak perhatian, biasanya warna cat luar dan dalam bodinya masih senada. Bahkan bisa dibilang wajar jika banyak badak yang juga masih senada warna cat bodi luarnya dengan cat di kompartemen mesinnya. Umumnya ini ada pada Badak yang “punya warna”, artinya bukan silver, putih, atau hitam. Namun ini bukan patokan.

    Padahal logikanya, untuk mobil berumur dua puluh tahun lebih seperti E34 ini akan sangat wajar jika cat bodi luarnya lebih kusam ketimbang cat bodi dalamnya.
  • Nyala lampu belakang (tail-lamp), lampu rem (stop-lamp/brake-light), atupun lampu sein depan-belakangnya itu terang sekali. Tebakan saya, ini berkat kualitas batok lampunya yang luar biasa. Bahkan di siang terik pun nyala lampu merah dan kuning itu masih sangat cukup terlihat. Sekali lagi, ini pada mobil yang umurnya sudah duapuluh tahun lebih!

Dua keungguan badak tersebut, biasanya jarang sekali dibicarakan orang. Kebanyakan orang banyak membicarakan keunggulannya pada kenyamanannya yang bener-bener ajib dan biasa pemeliharannya yang lumayan layak -khususnya yang bermesin enam silinder- untuk ukuran BMW dan untuk ukuran mobil yang sangat nyaman dan bisa melaju kencang.

Kelemahan Badak, sering dikeluhkan pada lampu depannya (headlight) yang terkesan minim cahaya jika menggunakan bohlam standar.

Kelemahan ini bisa diakali pakai HID atau LED yg bagus.

Warnanya enggak perlu yang putih (6000 Kelvin), yang 4500K malah bagus jadinya. Senada dengan tema klasiknya.

“Kelemahan” hakiki dan yang paling “lemah” pada badak ya itu tadi: tampangnya yang klasik. Banyak membuat para istri menolak permintaan para suaminya untuk miara E34.

Jadi, beruntunglah Anda-Anda yang dapat izin dari istri untuk miara E34. Brarti istri Anda memang berselera unik tinggi dan luar biasa, makanya doi menerima pinangan Anda dulu itu.

#ehm…

  • Freema HW.
    Foto adalah Lik Faiz Proleevo, redaktur 5050magz.com bersama unit Badak E34 milik Kang Iwan Susanto, Majalengka, Jawa Barat.

Keseruan IBF2019 Surabaya.

Indonesian Bimmerfest (IBF) 2019 Surabaya yang dituanrumahi/di-host oleh rekan-rekan BMWCCI Surabaya Chapter telah terselenggara dan berlangsung dengan sukses pada hari Sabtu, 23 November 2019 kemarin.

Acaranya padat:

  • BMW Car Display.
  • Picnic Party.
  • Olympiade BMWCCI.
  • Battle of Bimmers.
  • Drag Night.

Rombongan dari BUCKS.id

Bimmers Karawang mendapatkan Podium 2 pada kelas 3-Series N/A.

Acara ditutup dengan penampilan Andy /rif dan undian hadiah berupa sebuah sepeda motor Yamaha N-Max yang dimenangkan oleh salah seorang peserta dari Lombok.

Bersamaan dengan penutupan acara, masih berlangsung drag-night yang begitu seru.

BMWCCI Medan Chapter meneruskan perjalanan ke Bali.

BINTANG DAN KOMPUTERNYA.

Bintang Kyoto, adalah junior dari AG009 Lucky Armada yang sedang duduk di bangku Kelas 9. Ia telah lama punya ketertarikan dengan dunia BRAINSOM (branding, informatics, dan social-media).

Beberapa posting di IG-nya disemati penyebutan (mention) pada @bmwccikedirichapter Juga ditempeli logo BMWCCI Kediri Chapter, klub tempat orang tuanya bergabung.

Semangat yang luar biasa, meskipun masih banyak yang harus diajarkan kepadanya. Wajar. Semua akan berproses seperti itu dalam bentuknya masing-masing untuk mengejar sesuatu.

Baru saja, Mas Bintang mendapatkan komputer barunya. Sebuah laptop kelas menengah dengan kemampuan yang sebenarnya melebihi apa yang mungkin dibutuhkannya sebagai pelajar sekolah. Namun kemampuan teknis laptopnya ungkin mendadak akan menjadi biasa jika dia sudah berkarya dengan wujud yang sedemikian rupa: poster atau hasil olah-sunting video. Jadi, yaaa baguslah jika komputer yang ia dapatkan itu berspesifikasi “melebihi” kebutuhannya sekarang.

Dia mulai bersemangat dengan apa saja aplikasi yang diperlukan untuk BRAINSOM-ing. Dan bagaimana tata-aturan penggunaan logo resmi klub

Semangat yang menggebu khas anak remaja. Namun untuk prosesnya, harus dipenetrasikan secara gradual, bertahap, dan berkala. Apaagi saat ini dia hendak menghadapi ujian akhir sekolah, mungkin untuknya cukup diberi pemahaman konsepsional dulu sebelum nantinya baru melangkah ke pemahaman teknis yang lebih mendalam dan perlu fokus serta kemauan yang kebih tinggi agi.

Berkarya dengan dunia grafis-visual itu menyenangkan sekaligus menjemukan. Dan ini sangat susah untuk menjelaskannya. Namun setidaknya: menyenangkan jika kita ditantang untuk menciptakan sesuatu yag hidup, mandiri, dan sepenuhnya memiliki ruang kendali. Namun akan termat sangat enjemukan jika kita harus membuat sesuatu yang mati, jelek, enggak layak untuk diumbar sebagai kebanggaan hanya karena semuanya musti kita lakukan karena kita dibayar oleh klien dan sepenuhnya wajib mengikuti kemauan pribadi mereka yang kadang sesungguhnya susah dipertanggungjawabkan secara estetikal ataupun normatif.

Semoga Mas Bintang dan orang tuanya enggak paham dengan intermezo ini. Karena satu paragraf di atas sesungguhnya memaktub keseluruhan hidup mereka-mereka yang berkecimpung di dunia grafis atau visual. Hahahaha….

Balik ke Mas Bintang, sambil menunggu ujian akhir Kelas 9-nya, mungkin beberapa palikasi ini bisa dipelajari secara konsepsional dulu sebelum nantinya akan terjun ke aplikasi teknisnya.

Inkscape, Aplikasi Pengolah Grafis Kurva.

Sederhananya, ini adalah pensil digital, untuk menggambar secara bebas (freehand), sebagaimana kita semua dulu saat kecil memulai dunia dengan garis, segi, dan lingkaran.

OpenShot, Andalan Tim Brainsom BMWCCI Kediri Chapter.

OpenShot adalah aplikasi penyunting video. Aplikasi yang gratis namun sangat bertenaga ini sayangya memerlukan spesifikasi komputer yang menengaj ke atas. Setidaknya perlu RAM 8 gigabita untuk menjalankannya dengan performa paling bawah.

GIMP dan Photoshop

Keduanya adalah aplikasi pengolah gambar, bukan kurva. GIMP itu bebas diunduh, dan penggunaannya sedikit perlu pemahaman dan kerja keras untuk memahaminya. Sementara Photoshop itu berbayar dan sesungguhnya dia mahal.

Beberapa pengguna Photoshop dengan penggunan yang sederhana akhirnya memilih versi jadulnya yang lahir lebih dari 10 tahun silam.

Namun jika ditelateni, GIMP itu juga teramat sangat bertenaga (powerfull). Hanya saja justru itu tadi, untuk penggunaan yang sangat sederhana, dia kadang malah terkesan agak rumit.

Namun kami dari BRAINSOM BMWCCI Kediri Chapter tetap menyarankan GIMP untuk putra-putri Anda yang tertarik dengan aplikasi olah grafis.

OpenOffice atau LibreOffice

Keduanya adalah aplikasi yang pasti diperlukan oleh semua kalangan yang menggunakan komputer untuk bekerja sekaligus barang yang mungkin sama sekali enggak ada yang kenal dengannya.

Umumnya, semua mengenal MS Word untuk mengetik, MS Excel untuk kalkulasi dan tabulasi, serta MS PowerPoint untuk presentasi.

OpenOffice dan LibreOffice, saudara kembar beda inang pengasuh, punya kemampuan yang sama bertenaganya dan mereka berdua justru gratis & bebas untuk diunduh. Enggak pakai kucing-kucingan dengan tagihan pembayaran jika Anda menggunakan apikasi versi berbayar lainnya.

Kami menyarankan untuk nantinya dipasangi salah satu dari dua alikasi tersebut di komputer putra-putri Anda. Atau jika koneksi internet Anda stabil dan relatif selalu tersedia, lupakan aplikasi offline yang harus dipasang (install) di komputer putra-putri Anda, Gunakan saja Gdocs dan kawan-kawannya untuk bekerja. Ini justru pilihan terbaik menurut kami.

***

Tidak semua komputer putra-putri kita harus diisi aplikasi-aplikasi tersebut di atas. Semua anak dan semua orang tua punya kondisi dan dunianya masing-masing.

Dan enggak semua anak juga perlu punya kemampuan grafis atau visual. Karena setiap anak juga punya preferensi dan dunianya masing-masing.

Dan enggak semua anak yang punya preferenso grafis ataupun visual kelak harus menjadi pekerja di bidang grafis/visual. Sebab untuk kebutuhan personal dan non-komersialpun, itu semua juga masih bisa dimanfaatkan.

Ini hanya seuah pengantar. Selebihnya, BMWCCI Kediri Chapter di mana saya tergabung di dalamnya akan membikin BRAINSOM for Bimmerkids untuk memperkenalkan dunia brainsom kepada sesiapa yang tertarik.

Nanti. Pelan-pelan dan bertahap.

  • Freema HW,
    – Redaktur https://5050magz.com
    – Warga BMWCCI Kediri Chapter.
    – Warga BRAINSOM BMWCCI.