Terbanglah lagi Indonesia!

Prof. Dr-Ing. B.J Habibie

“Tanah air Indonesia diberkahi dengan kepulauan besar dan terbesar di dunia, kepastian dengan ruang udara yang sangat luas, yang harus dijalin untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia yang lebih besar.

Transportasi udara adalah kendaraan untuk pemberdayaan yang dapat memperkuat hubungan antar daerah, meningkatkan ekonomi nasional dan meningkatkan daya tahan sebagai bangsa.

Kebutuhan akan transportasi udara harus dipenuhi oleh orang Indonesia sendiri, dalam meningkatkan daya saing untuk kemandirian dalam produksi dan mengarahkan pasar domestik dan regional.

Melalui program R80 Regioprop, kami merancang dan membuat pesawat turboprop regional untuk memenuhi kebutuhan pasar, menyediakan lapangan pekerjaan bagi kaum muda bangsa, untuk membangun jaringan yang kuat di antara para pemangku kepentingan dirgantara dan menghidupkan kembali industri dirgantara nasional. Selamat dan sudah bekerja dengan baik untuk industri dirgantara Indonesia.”

Sambutan/pengantar di atas dinyatakan langsung oleh Prof. Ing. BJ. Habibie di laman situs Regio Aviasi Indonesia.

Indonesia mengenal Pak Habibie sebagai anak bangsa yang sangat konsisten mengembangkan keilmuan dan membesarkan industri dirgantara Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI). Presiden ketiga Republik Indonesia ini juga besar dan dididik oleh asuhan Republik Federal Jerman, negara asal kendaraan BMW kita.

PT DI telah mempersiapkan pesawat rancangan sendiri dengan kode N (Nusantara) setelah sekian lama hanya memproduksi pesawat CN (Cassa-Nusantara) yang merupakan lisensi dari Cassa, Spanyol berikut beberapa produk lainnya seperti helikopter.

Krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1998 lantas memberantakkan semuanya. Beberapa tahun usai krismon, PT DI terpaksa merestrukturisasi kondisi perusahaan. Otomatis pesawat N rencananya batal diteruskan pengembangannya.

Kini setelah satu dekade lamanya Indonesia hendak bangkit terbang ke angkasa lagi melalui perusahaan yang dibangun Habibie bersama Ilham Habibie, sang putra: Regio Aviasi Indonesia dengan gebrakan awal pengembangan R80, generasi baru pesawat turboprop jangkauan regional berkecepatan tinggi.

R80 menjanjikan biaya operasional terendah di kelasnya. R80 juga menawarkan kehandalan jelajah, teknologi avionik yang lebih canggih untuk lebih menjamin keselamatan penerbangan, kenyamanan lebih untuk penumpang; dan lebih ramah lingkungan. Sesuai namanya, R80 berkapasitas 80-90 tempat duduk.

Apa yang dicita-citakan oleh Pak Habibie melalui N250 yang sempat diluncurkan atau N2130 yang tak pernah dibuat itu, kini semuanya diupayakan terwujud melalui R80.

Harapan besar telah tampak di depan mata dengan telah dipesannya R80 oleh beberapa maskapai domestik dalam negeri kita. 26 September 2013, NAM Air menyatakan memesan 50 unit dengan opsional 50 unit. 20 Desember 2013, Kalstar memastikan pesanan 15 unit dengan opsional 10 unit. 18 Juni 2014, Trigana Air Sevice membukukan pesanan 10 unit dengan opsional 10 unit. Dan pada tanggal 1 Februari 2017, Aviastar memesan 5 unit dengan opsional 5 unit.

Di luar sisi bisnis, ini adalah harapan baru bagi Indonesia untuk terbang. Tentu kita berdoa dan berharap agar semua rencana ini lancar adanya. [Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *