7 tips penting: perjalanan bersama si kecil.

Aku lapar! Ayah, masih jauhkah? Masih lama ya kita sampainya? Aku mau pipis!

Berkendara panjang dengan anak-anak bisa mendadak jadi mimpi buruk. Namun semua bisa kita balik menjadi sebuah petualangan dengan aktivitas kreativitas dan permainan dalam kendaraan.

1. Semakin sedikit itu semakin baik.

Sebelum melakukan perjalanan dengan anak-anak, orang tua harus merencanakan rute mereka secara rinci.

  • Untuk menjaga semua orang tetap nyaman, cobalah untuk menghindari bepergian lebih dari 500 km dalam satu hari.
  • Buat si kecil sibuk selama mungkin dalam perjalanannya, hingga ia/mereka seolah tidak merasa meninggalkan rumah.
  • Wajib berhenti & beristirahat secukupnya di area peristirahatan, dan seharusnya yang berfasilitas arena/taman bermain anak.

2. Pada waktu dan tempat yang tepat.

Jika memungkinkan, cobalah untuk menghindari perjalanan panjang di awal atau akhir liburan sekolah.

Kemacetan lalu-lintas itu memang menyebalkan, tetapi anak-anak yang bosan di kursi belakang dapat dengan cepat berubah menjadi ujian sesungguhnya bagi saraf Anda. 😀 Kadang akan lebih baik berlibur ekstra santai di rumah saja untuk menghindari jebakan lalu-lintas.

3. Berangkat lebih awal, tiba lebih cepat.

Cobalah pergi sebelum fajar. Anak-anak masih akan lelah, dan mereka cenderung tidur nyenyak untuk peregangan yang baik, sementara orang tua dapat melaju lebih leluasa di jalanan yang masih kosong.

Mainkan semuanya dengan cantik. Hingga si kecil bisa mendapatkan kenyamanan serupa pada saat tidur siangnya.

4. Kudapan: sang penyelamat.

Lapar bisa membuat si kecil rewel. Untungnya, Anda bisa menjinakkan mereka dengan kudapan (makanan ringan/snack) atau makanan.

Penting untuk merencanakan waktu istirahat makan, penting juga untuk membekal makanan ringan.

Biasanya, buah potong atau bahkan sayuran akan bekerja dengan baik untuk membuat mereka kenyang. Tetapi beberapa kue dan permen juga perlu untuk saat-saat kritis!

5. Harus ke toilet.

Tidak perlu bertanya kepada si kecil apakah mereka perlu ke toilet saat istirahat. Langsung saja arahkan ke sana.

Agar aman, orang tua perlu mengemas pakaian ganti untuk setiap anak dalam tas yang mudah diakses. Itu juga bisa berguna jika cuaca menjadi lebih hangat atau lebih dingin dari yang diharapkan.

6. Waktu mengemudi adalah waktu bermain.

Anak-anak akan tenang ketika mereka memiliki sesuatu untuk dilakukan.

Peralatan dasar untuk membuat mereka sibuk meliputi: kertas, pensil warna (jangan spidol, lindungi kulit jok/trim Anda!), buku mewarnai, dan buku gambar.

Jika suasana hati mereka mulai suram, orang tua harus memikirkan sesuatu seperti lagu, cerita, atau permainan. Misalnya: menghitung semua mobil BMW yang terlihat di jalan raya.

Anda bisa juga menghidupkan SatNav. Banyak model suara-suara dari kartun yang menurut si kecil itu lucu!

Si kecil menggambar sesuatu di perjalanan. (bmw.com)

7. Ketika semuanya sudah mentok, baiklah… gawai.

Tanpa televisi, tanpa tablet, tanpa ponsel pintar. Itu ide bagus yang dapat menghangatkan ikatan keluarga.

Setidaknya untuk beberapa jam.

Tetapi pada titik tertentu, saat semuanya sudah mentok, baiklah jika orang tua akan menggunakan beberapa jenis gawai (gadget), dan itu tidak masalah.

Banyak aplikasi yang ramah keluarga yang berisi film, serial, dan dongeng suara untuk anak-anak. Lumayan, ini bisa membunuh waktu hingga beberapa jam.

Ketika Anda membuat anak-anak sibuk, akan muncul pertanyaan berulang “Apakah kita sudah sampai?”

Orang tua dengan mudah dapat membaliknya menjadi sebuah semangat, “Apakah kita sudah ada di sana?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *