Cruising speed.

Suatu ketika, saya dipasrahi kunci untuk duduk di belakang kemudi sebuah E36 milik seorang kolega. Jujur saja, saya memacunya 140-160 kpj di ruas tol antara Salatiga, Jawa Tengah hingga Madiun, Jawa Timur.

Lari segitu, eh kami masih berkali-kali disalip oleh kendaraan lain, yang banyak diantaranya berjenis MPV ukuran menengah di sini.

Entah kenapa, mendadak saya koq justru malah ketakutan melihat mereka.

Karena ketakutan melihat kencangnya laju kendaraan lain, akhirnya saya turunkan kecepatan dan stabil di 120-130 kpj. Itu pun karena sandal di kaki saya rasanya masih terlalu berat sehingga enggak sadar masih menekan pedal gas. Alhasil, jadinya terasa susah dan perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru untuk mengangkat pedal gas ke maksimal 100 kmh aja, sesuai batas legal maksimal jalan tol.

Bayangkan, perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru bukan untuk melaju kencang, melainkan untuk menjaga kecepatan stabil di 100 kpj. Sementara banyak rekan bilang, mengendarai BMW di jalan tol dengan kecepatan 80 kpj itu rasanya seperti orang bingung dan justru berpotensi kita tanpa sadar melamun di jalan.

Dilematis.

Menurut subyektif saya pribadi, cruising-speed BMW, model apapun, itu paling pas enak nyaman enggak bikin ngantuk namun juga enggak terasa ngebut itu di 120 kpj. Kecepatan 100 kpj apalagi “cuma” 80 kpj itu rasanya masih berpotensi bikin ngelamun di jalan.

Sementara batasan kecepatan melaju di jalan tol adalah minimal 60 kpj dan maksimal 100 kpj, tergantung ruas sepertinya ada yang 110 kpj.

Dilematis.


Mengendarai BMW di jalan tol yang lengang dan panjang itu menyenangkan. Namun musuh utamanya bukanlah capek ataupun rasa kantuk, melainkan mendadak tanpa sadar (tentunya) melamun. Melamun, beda dengan mengantuk.

Kita boleh saja berangkat dalam kondisi segar bugar waras-wiris sehat walfiat enggak gampang ngantuk, tensi darah stabil, gula darah normal, rpm jantung normal; tapi kalau terkena “sindrom” tol puanjang lempeng, bisa-bisa mendadak seperti melamun sambil kala mengemudi jika enggak ada navigator yang lihai menjaga ritme psikologis kita.

Navigator harus secara temporer mengajak kita ngobrol/bicara untuk mengetahui kondisi psikologi kita. Namun jika terlalu kerap mengobrol, kadang bisa mengganggu konsentrasi juga. Sementara jika terlalu lama diam, kembalinya itu tadi: berpotensi melamun.

  • Freema HW, sekedar catatan.

Pencetak mungil dan portabel.

Pernahkah Anda mengalami kondisi dimana ada suatu kebutuhan untuk mencetak berkas/dokumen, yang itu sangat penting, dan jumlahnya tidak terlalu banyak? Plus, kebutuhan seperti ini beberapa kali atau lumayan sering terulang di tempat yang bukan di kantor atau di rumah, dan jauh dari perangkat pencetakan/printer?

Meski mungkin tidak terlalu banyak jumlah mereka yang mengalami kondisi dan kebutuhan seperti ini, namun bisa jadi mereka-mereka ini selalu atau pasti ada. Dan sekali lagi meski mungkin tidak bisa dikatakan banyak jumlahnya, bisa jadi ini tidak cukup sedikit untuk diabaikan dari perhatian.

Kondisi inilah mungkin yang menggerakkan para pembuat perangkat cetak/printer untuk menciptakan dan memproduksi pencetak portabel, yang dilengkapi dengan baterai dan bisa dibawa ke mana-mana tentunya. Dan tentunya, dengan ukuran yang diperingkas sehingga mudah dimasukkan tas.

Nah, ukuran dimensi ini yang kemudian menjadi pembeda krusial dengan pencetak sama fungsi namun bukan tipe portabel alias harus diletakkan dengan kondisi menancap pada saluran listrik.

Karena ringkas, pada umumnya katrid tinta yang dipasangkan juga berukuran lebih kecil. Alhasil, kapasitas cetaknya benar-benar hanya cukup untuk mencetak dokumen penting pada tempat yang jauh atau relatif sulit pada jangkauan peralatan yang mendukung kebutuhan ini.

Jadi, jangan berharap printer ini siap untuk mencetak ratusan lembar dokumen sebagaimana printer “normal” Anda di rumah ataupun di kantor.

Plus, pada umumnya pencetak portabel seperti ini telah dilengkapi dengan koneksi nirkabel, baik menggunakan wifi maupun bluetooth.

Ini bukanlah adu kemampuan atau komparasi antar produk. Ini hanya sekedar deskripsi belaka. Informasi lebih spesifik silakan berkunjung ke situs web resmi masing-masing produk. Dan inilah beberapa pilihan yang kami temukan.

BMW Motorrad: Kode Sasis

Sebagaimana di mobil BMW era modern yg punya kode bodi, motor BMW (BMW Motorrad) pun juga punya.

Cuman saya bingung ini kode apa, mustinya sih kode sasis. Karena pada kode yg sama bisa jadi model/varian yg berbeda, tergantung mesin dan peruntukannya (road/street, all-road, sport, dll.)

Kayaknya iya, karena kode bodi pada mobil BMW sebenarnya juga mengacu ke sasis, cuman kebetulan ‘sasis yang itu’ langsung ditempeli ‘bodi yg itu’. Jadinya kode bodi.

K50 = R 1200 GS 2011-2018
K51 = R 1200 GS Adventure 2012-2018
K52 = R 1200 RT 2013-2018
K53 = R 1200 R 2013-2018
K54 = R 1200 RS 2014-2018

K25 = R 1200 GS, GS Adventure, HP 2002-2012

K26 = R 900 RT, R 1200 RT 2003-2014
K27 = R 1200 R 2005-2014
K28 = R 1200 ST 2003-2007
K29 = R 1200 S, HP2 Sport 2004-2010

K21 = R nineT 2013-2018
K22 = R nineT Pure 2015-2018
K23 = R nineT Scrambler 2015-2018
K32 = R nineT Racer 2015-2018
K33 = R nineT Urban G/S 2016-2018

K40 = K 1200 S, K 1300 S 2003-2015
K43 = K 1200 R, Sport; K 1300 R 2004-2015
K44 = K 1200 GT, K 1300 GT 2004-2010

K42 = HP4 2011-2014
K46 = S 1000 RR 2008-2018
K47 = S 1000 R 2013-2018
K49 = S 1000 XR 2014-2018
K60 = HP4Race 2017-2018

K48 = K 1600 GT, K 1600 GTL 2010-2018
K61 = K 1600 Bagger 2017-2018

K80 = F 750 GS 2016-2018
K81 = F 850 GS 2016-2018
K70 = F 700 GS 2011-2017
K71 = F 800 S, F 800 ST, F 800 GT 20014-2018
K72 = F 650 GS, F 800 ST, F 800 GT 2004-2018
K73 = F 800 R 2005-2018
K75 = F 800 GS Adventure 2012-2017

E169 = F 650, F 650 ST 1993-2003

R13 = F 650 GS, GS Dakar 1999-2007

K14 = F 650 CS 2000-2005
K17 = C Evolution 2013-2018
K18 = C 600 Sport, C 650 Sport 2011-2018
K19 = C 650 GT 2011-2018
K09 = C 400X 2018-

K02 = G 310 GS 2016-
K03 = G 310 R 2016-

R13 = G 650 GS 2008-2015
R13 = G 650 GS Sertao 2010-2014

K16 = G 450 X 2007-2010
K15 = G 650 X 2006-2009

259 = R 850 GS, R 1100 GS 1993-2006
R21 = R 1150 GS 1998-2003
R21 = R 1150 GS Adventure 2001-2005
259R = R 850 R, R 1100 R 1993-2002
R28 = R 850 R, R 1150 R, Rockster 1999-2007
259 = R 850 RT, R 1100 RT 1994-2001
R22 = R 850 RT, R 1150 RT, R 1150 RS 2000-2006
259 = R 1100 S, R 1100 RS 1992-2005
259C = R 850 C, R 1200 C 1996-2004
259C = R 1200 C Montauk 2002-2004
259C = R 1200 C Independent 2000-2004

K30 = R 1200 CL 2001-2004
K589 = K 1100 RS, K 1100 LT 1989-1999
K589 = K 1200 RS, K 1200 LT 1996-2008
K41 = K 1200 GT, K 1200 RS 2000-2005
C1 = 1999-2003
A73
A40
A61 = 1997-2000
A67 = 2005
A15

– FHW

BMW Serie-5 E34

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

Di Indonesia, BMW Serie-5 E34 ini umumnya dibeli karena harga sekennya yang jatuh nyungsep plus perawatan yang relatif sangat murah -terutama pada varian standar 6cyls atau 4cyls, tidak berlaku untuk V8- namun masih mendapatkan kenyamanan yang khas Serie-5, khas BMW.

Namun tidak melulu demikian karena murahnya; diam-diam buanyakkk namun tersembunyi penggemar kuatnya yang dengan sadar dan sengaja mencari, mengkoleksi, dan merawat E34 karena ini adalah generasi terakhir classic-fascia BMW, ditandai dengan lampu telanjang bulatnya. Nuansa tampang yang unik dan tak semua orang bisa menerima dan menyukainya, namun itu sungguh menarik dan tak lagi bisa didapatkan di generasi/seri-seri setelahnya.

Mereka maniak E34 ini, sama dengan maniak E30 yang susah dinalar kesukaannya, adalah kaum dengan pola pikir dan pola pandang ekstraordinari yang begitu luar biasanya dalam menghobi seri ini. Mereka inilah yang kemudian membentuk dan membangun basis kuat penggila BMW klasik, termasuk E34 ini.

Mereka yang berani merawat seri-seri tua BMW, biasanya justru mendapatkan respek luar biasa, saat dimana mereka bisa saja membelanjakan uangnya untuk sebuah unit (baru) dari tipe pasaran dari merk lain, mereka justru memilih menginvestasikan nominalnya demi tetap well-performed alias performa prima-nya sebuah BMW tua.

Sebab di situ ada fungsi/kebutuhan yang tetap terpenuhi plus ada makanan psikologis yang bisa didapatkan.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/Bnp417ZHyIX/