Dirgahayu 5 tahun BMWCCI Kediri Chapter.

Tahun 2014 lalu saya join BMWCCI Kediri Chapter persis tiga minggu sebelum hari pengukuhan. Di-lumantari oleh mas Freema, yang waktu itu sekaligus saya pertama mengenal BMW juga dari “racun” yang beliau sebarkan via blog Freemindcoffe. πŸ˜„πŸ‘

Karena saya join sebelum pengukuhan, saya jadi bisa mengikuti “keriuhan” persiapan hari lahir klub ini. Saya juga mengetahui, meski serba sedikit, latar belakang dan perjuangan temen-temen saat mendirikan BMWCCI Kediri Chapter: untuk menyatukan bimmerfan di kawasan eks karesidenan Kediri Raya dan sekitarnya.

Hanya berkat ridho Tuhan kita masih bisa ada/eksis dan survive hingga hari ini.

Kala itu, tantangan melahirkan dan menyelenggarakan acara pengukuhan kelahiran sebuah chapter di BMWCCI adalah pikiran kami yang identik dengan (pengeluaran) biaya besar, yang dalam benak kami bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Namun kemudian, BMWCCI Kediri Chapter bisa “lahir” dan dikukuhkan hanya dengan mendatangkan satu rombong soto ayam Terminal Tamanan yang sangat khas dan ikonik. Waktu itu kalau enggak salah cukup dengan 700 RB untuk menebas satu rombong soto ayam kondang tersebut. Googling saja: Soto Ayam Tamanan Kediri. πŸ˜€

Plus support konsumsi lain datang dari swadaya emak-emak Bimmernita BMWCCI Kediri Chapter yang masak sendiri semua menu yang tersedia: pecel khas Kediri/Blitar, dan ayam lodho khas Tulungagung/Trenggalek.

Semuanya adalah original cuisine & heritage dari kawasan Kediri Raya.

Dalam kalkulasi kami, total budget yang tak bisa dihindari untuk dipangkas dan dihemat dan harus dibelanjakan adalah sekitar 2,5 jt rupiah saja, untuk acara pengukuhan yang alhamdulillah dihadiri hingga lebih dari 120-130an unit BMW.

Sayangnya, dengan member awal yang ngepas persyaratan dasar berdirinya sebuah chapter BMWCCI: 15 member, separuhnya tidak bisa menghadiri pengukuhan karena halangan/acara lain yang tak bisa ditolak. Kala itu, hari pengukuhan emang mepet/barengan dengan salah satu hari raya keagamaan.

Menyiapkan venue saja kami udah mau pingsan. Maklum, kami mengerjakan semuanya sendiri, tanpa EO. Karena memang tanpa ada budgetnya untuk itu.

Alhasil, kami sampai enggak bisa menjemput rekan-rekan yang datang dan menghadiri resepsi pengukuhan ini: rekan-rekan luar kota sampai nyari hotel sendiri tanpa sempat kami urusi, kami pandu, apalagi sampai kami temeni ngobrol ngopi malam.

Kami minta maaf berjuta maaf atas kekurangan ini, dan atas nama BMWCCI Kediri Chapter kami akan terus mengucapkan terima kasih yang tiada hingga atas kehadiran rekan-rekan kala pengukuhan itu.


Satu yang tak pernah bisa kami lupakan saat kelahiran kami adalah letusan Gunung Kelud.

Awalnya, kami merencanakan hari pengukuhan pada 14022014, alias 14 Februari 2014. Namun sekian waktu sebelumnya, ada salah satu sponsor yang sebelumnya berkomitmen mendukung acara ini tidak bisa lagi mewujudkan dan meneruskan komitmennya. Jadilah kami merevisi hari pengukuhan ini.

Ndilalah kersaning Allah, pada 14022014 tersebut Gunung Kelud meletus (mbledhug), memporak-porandakan Kediri Raya dan bahkan melapisi kota-kota di sebelah barat: Madiun, Solo, Yogya dengan abu vilkanik tebal. Kabarnya, abu vulkanik Gunung Kelud ini terbawa angin hingga ke Bandung.

Gunung Kelud, gunung berapi terpendek di pulau Jawa ini telah mengirimkan salam pengukuhan kepada para (calon) saudara kami.

Selain menggeser tanggal, kami juga terpaksa menggeser venue karena situasi dan kondisi. Acara yang sedianya kami siapkan ala-ala Bimmerfest di hamparan tanah lapang luas dengan latar Monumen Simpang Lima Gumul, ikon Kediri yang kami banggakan ini, akhirnya kami geser juga ke sebuah terminal angkutan umum yang kosong masih di sebelah situ juga.

Dengan suasana kota yang masih berantakan dan porak-poranda pasca letusan (bledhug) Gunung Kelud, kami kemudian menginginkan hari kelahiran BMWCCI Kediri Chapter pada 04042014. Namun pengpus BMWCCI baru bisa memberikan tanggal administratif sertifikat pengukuhan pada 20042014.

Berapapun tanggalnya, di hati kami senantiasa tertanam: kami BMWCCI Kediri Chapter telah lahir bersama letusan Gunung Kelud. Inilah penanda alam kelahiran kami.

Itulah first impression saya tentang klub ini. BMWCCI Kediri Chapter ini saya rasakan benar-benar begitu sederhana, sesungguhnya sederhana. Namun sederhana dengan nuansa unik dan nyleneh khas ala Kedirian. Inilah yang membuat saya betah dan nyaman berada di klub ini hingga sekarang dan Insya Allah seterusnya.

Dirgahayu, selamat ulang tahun ke-5 BMWCCI Kediri Chapter. Semoga ke depan kita makin bersinar (5hine). Tetap guyub kompak dalam kekeluargaan. Tetap berprestasi dalam kesederhanaan dan keunikan. Karena kita adalah BMWCCI Kediri Chapter.
😘😘😘😘

#loveyouall
#loveyoualways
#kedirichapter
#sopowaelurahe

Sendang.

BMWCCI Kediri Chapter menutup bulan Maret 2019 dengan tiga acara sekaligus:

  • Arisan#3 emak-emak Bimmernita Kedirian.
  • Tiup lilin ultah adik Vino, salah seorang Bimmerkid Kedirian, putra dari Bulik Lucky Armada.
  • Dolan turing tipis-tipis ke wanawisata Jurang Senggani, Sendang.

Ketiga acara tersebut tentunya sekaligus menjadi ajang family-gathering. Ya, setiap bulan ada arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang sekaligus menjadi ajang pertemuan keluarga (family gathering).

Dan khusus arisan putaran ketiga ini lebih spesial lagi, karena bulik Lucky yang menjadi sohibul bait/tuan rumah sekalian menggelar momen tiup lilin buat si kecilnya yang ultah.

Plus karena tekape-nya di Tulungagung, beberapa rekan Kedirian memutuskan sekalian main ke lokasi wanawisata yang lagi ngehits.

Dik Vino, salah satu Bimmerkid Kedirian.

30% jalanan rusak.

Berjarak sekitar 20 km dari pusat kota Tulungagung, Jawa Timur, wanawisata dan bumi perkemahan Jurang Senggani ini berlokasi di kecamatan Sendang, satu daerah di lereng Gunung Wilis sisi Tulungagung. Sebagaimana kita ketahui, sisi-sisi Gunung Wilis menghadap ke enam kabupaten di Jawa Timur, yakni: Kediri, Nganjuk, Madiun, Ponorogo, Trenggalek, dan Tulungagung.

Kawasan wisata Sendang ini ibarat Songgoriti, Batu atau mungkin Lembang, Bandung. Ada beberapa obyek wisata alam yang ada di sana. Pada umumnya adalah air terjun dan wanawisata yang merupakan taman yang sekaligus menjad bumi perkemahan, lokasi outbound, atau sekedar buat jalan-jalan saja.

Namun kawasan Sendang ini enggak seramai atau semeriah Batu ataupun Lembang. Meski ada beberapa obyek wisata, lokasinya masih relatif jauh lebih sepi ketimbang Batu ataupun Lembang. Dan ini justru enaknya.

Jarak 20 km rata-rata ditempuh dalam 40 menit. Sebab jalannya relatif sempit/tidak terlalu lebar: bisa buat simpangan kendaraan tanpa harus berhenti namun musti mengurangi kecepatan.

Dari kawasan perkoaan Tulungagung, lokasi mengarah ke luar kota melintasi perkampungan. Hingga ruas terakhir jalanan kemudian memasuki kawasan hutan.

Semakin mendekati lokasi, jalannya berganti jalan cor/concrete dan di beberapa ruas masih makadam, atau lebih tepatnya aspal namun dengan kondisi rusak. Lokasi jalan rusak ini sudah memasuki kawasan hutan, sempit, berkelok, dan kendaraan harus bergantian jalan jika bersimpangan.

Secara total, mungkin sekitar 30% dari keseluruhan ruas ini yang kondisi jalannya sempit, berkelok, dan rusak.

Meski demikian, BMW dengan kondisi standar masih teramat lancar untuk melintasi atau melalui ruas tersebut. Hanya BMW yang udah diceper saja yang akan kesulitan bahkan mungkin tidak mungkin untuk melintasinya.

Terbayarkan.

Perjuangan melintasi jalur ke Sendang dan konsentrasi tinggi untuk melintasi ruas jalan rusak, sempit, dan berkelok ini langsung terbayarkan saat kita sudah masuk ke kawasan wanawisata bumi perkemahan Jurang Senggani, Sendang, Tulungagung.

Berada di sebuah lereng, lokasinya telah ditata rapi. Rumput liar telah diganti dengan rumput taman, menghampar di bawah pepohonan pinus di sepanjang mata memandang.

Lokasi parkir lumayan menampung banyak kendaraan. Faslitas umum juga tersedia dengan sangat memadai: kafetaria, kamar mandi/toilet, juga mushalla.

Udaranya dingin, sudah pasti tentunya.

Ada panggung yang telah disiapkan pengelola wanawisata jika ada yang hendak menggelar event yang memerlukan panggung di situ.

Area perkemahan juga dapat menampung ratusan tenda.

Ada jalan setapak yang sudah dperhatikan keamanannya untuk pengunjung berjalan-jalan atau menuju gazebo di puncak sebuah bukit. Fasilitas outbond juga tersedia dengan pemesanan sebelumnya.

Tiket masuk lokasi juga relatif murah. Satu mobil dengan dua orang dewasa hanya cukup membayar 15 rb saja.

Sepertinya, lokasi ini menarik digunakan untuk menggelar Bimmercamp lagi: kemping ala bimmerfan, yang lokasinya musti bisa dijangkau dengan membawa mobil sedan yang memiliki ground-clearance rendah, tidak setinggi SUV.

Candi Sawentar.

D’traveller adalah sekelompok anak muda yang suka akan tantangan dan petualangan menjelajah tempat tempat wisata alam, wisata sejarah, bahkan spot-spot yang masih belum banyak orang tahu keberadaannya;

yang mana mereka bukan hanya bersenang senang namun juga menelisik sejarah sejarah dari tujuan perjalanan mereka. “Sejarah” inilah yang mungkin banyak kita lupakan.

Era sekarang, kebanyakan kita pergi kesuatu tempat entah wisata alam atau objek sejarah atau apapun itu yang mungkin hanya untuk berburu foto untuk koleksi dan update status media-sosial kita saja, tanpa mau tau akan sejarah-sejarah dari apa yang kita tuju.

Jangan sampai kita tergolon kaum yang cuman seperti itu ya gaes?

Sejarah adalah makanan otak yang bisa kita konsumsi dengan ringan.

Dari sejarah masa lalu, kita bisa menjalani masa sekarang dan mempersiapkan masa depan.

Dan, bersama BMW-mu, sudahkah kita menjelajahi situs bersejarah: menjelajahi waktu dari masa ke masa?

β€œHistory never really says goodbye. History says, β€˜See you later.’

Eduardo Galeano.

“Jas merah, jangan sekali-sekali melupakan sejarah.”

Soekarno.

Arsip

Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Sir Arthur G, Kanada 1924.

Tak terasa, 2019 ini telah lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter. Konon, ini adalah usia kritikal dalam membentuk perjalanan kebersamaan. Sebuah entitas bisnis mungkin akan menemukan bentuk (manajemen rumah tangga)nya setelah menjalani lima tahun perjalanan. Pun dengan beragam organisasi, institusi, atau entitas apapun. Termasuk klub kecil imut BMWCCI Kediri Chapter ini.

Beragam suka-duka sedih-tawa tangis-gembira memang pada kenyataannya mewarnai perjalanan klub resmi BMW yang berada di kawasan Kediri Raya ini.

Mulai hal-ihwal kendaraan seperti kecelakaan yang dialami warga Kedirian, evakuasi kendaraan rekan yang berkendala di perjalanan. italian tuning tengah malam, ngoprek dan troubleshooting, hingga bersama-sama menyatukan semangat menjalani turing panjang;

atau hal-ihwal kekeluargaan seperti meninggalnya keluarga inti, lahirnya baby bimmer baru Kedirian, warga yang telah bertemu jodohnya dan menikah, arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang ostosmastis sekaligus family gathering, kopdar rutin, datangnya warga-rekan/teman-member/anggota baru maupun warga yang dengan baik-baik pamit secara fisik meninggalkan klub karena satu dan lain hal namun berjanji bahwa hati dan jiwanya masih bersama BMWCCI Kediri Chapter, hingga hal-hal ringan sederhana semacam ngopi dadakan.

Semuanya berbaur menjadi satu dalam tubuh keluarga mungil BMWCCI Kediri Chapter ini.

Sebagai klub BMW resmi, BMWCCI Kediri Chapter memang berpegang hanya pada regulasi klub yang tertuang pada AD/ART. Dan dalam lima tahun perjalanan ini, telah banyak arsip terproduksi karena sebab dijalankannya roda pemerintahan dan manajemen klub. Ada surat resmi, notis/pemberitahuan, poster-poster klub, (e)flyer, banner-banner, hingga foto-foto atau video dokumentasi kegiatan.

Pun dalam kesehariannya, di samping hal resmi klub, banyak hal alamiah kekeluargaan yang berlangsung dan terjadi sebagaimana segenap kisah di atas: kelahiran dan kematian, turing dan kopdar, rembug warga (rapat/meeting) dan ngobrol santai, ngoprek dan troubleshooting, evakuasi unit dan italian tuning, dll.

Semua perjalanan bersama sang waktu tersebut, umumnya terekam dalam segala format rekaman, baik foto, video, atau tulisan yang tercecer mulai dari grup WA internal Kedirian hingga blog resmi seperti yang Anda baca ini.


Meski BMWCCI Kediri Chapter masih baru lima tahun menjalani waktu, namun tiada terasa rekaman perjalanan seiring masa ini begitu bejibun. Khususnya segala berkas dalam format digital, karena memang kebijakan semua publikasi, komunikasi, dan interaksi dalam manajemen dan rumah tangga klub menggunakan saluran digital: IG, FB Page, grup WA internal Kedirian maupun internal BMWCCI, dan email serta cloud storage.

Dari awal-awal yang hanya sedikit menerbitkan surat atau segala macam berkas fisik/tercetak, semakin ke sini bukannya semakin banyak berkas fisik yang terproduksi justru malah sebaliknya: semakin sedikit lagi dan bahkan bisa dibilang sudah nyaris tak pernah ada berkas fisik/tercetak yang diproduksi.

Berkas fisik yang masih diproduksi mungkin hanya banner saja untuk kegiatan-kegiatan klub. Selebihnya, semua dalam bentuk digital. Andai saja panel/layar monitor berukuran super besar bisa murah untuk dibeli atau disewa, banner kegiatan klub mending dipajang melalui panel monitor ekstra raksasa saja. Jadi tak perlu ada banner yang kemudian tak bisa dipakai lagi.

Lainnya banner, surat dan berkas tercetak sepanjang 2018 ini hanya berkas surat-surat saat BMWCCI Kediri Chapter mengajukan pembukaan rekening resmi chapter untuk mewadahi segala transaksi finansial klub.

Alhasil, bisa dikata semua berkas tersimpan dalam lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter adalah berkas dalam format digital.


Metode penyimpanan.

BMWCCI Kediri Chapter memiliki tiga kategori berkas untuk disimpan yang mana klasifikasi berkas ini juga menentukan jenis media penyimpanannya.

  • Berkas mentah, yang bisa disimpan bisa tidak.
  • Berkas dukungan, yang perlu disimpan, namun jika hilang masih bisa direproduksi lagi atau kalaupun toh hilang, tidak akan mengganggu jejak sejarah dan/atau menghilangkan kearsipan itu sendiri.
  • Berkas penting & utama, yang wajib disimpan dan diamankan. Ini meliputi seluruh berkas administrasi rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Berkas mentah biasanya terdiri dari gambar-gambar yang didownload untuk membuat sebuah eflyer dll. Jika gambar ini hilang, maka akan bisa dicari lagi di internet. Berkas-berkas ini cukup disimpan di media penyimpanan harddisk atau bahkan langsung dihapus ketika semua telah purna.

Berkas dukungan biasanya terdiri dari foto atau video kegiatan. Sebenarnya berkas ini penting, sebab jika hilang, semua tidak akan bisa diulang lagi. Namun foto dan video kegiatan biasanya semuanya telah diuanggah ke laman Facebook secara internal, dengan foto-foto/video yang telah terseleksi akan dipublikasikan terbuka melalui beragam akun media sosial resmi BMWCCI Kediri Chapter disamping tetap disimpan di perangkat penyimpanan dengan status tak akan dihapus.

Berkas utama, nah ini yang paling penting: selain tetap disimpan di media penyimpanan, berkas utama ini disimpan juga di awan penyimpan (cloud storage) – bahasa Indonesia masih memadankan dengan istilah penyimpanan awan, sementara izinkan kami di sini menggunakan frasa awan penyimpan(an).

Dalam lima tahun perjalanannya ini, BMWCCI Kediri Chapter ternyata hanya memerlukan satu wadah awan penyimpan, yakni Google Drive -yang (akan) berganti merk dagang menjadi Google One dengan kapasitas gratis 15GB.

Namun dalam lima tahun ini, kapasitas segitu ternyata sudah penuh.

Untungnya kita masih mungkin untuk membuat akun Google baru lagi, hanya dengan berbekas nomor ponsel yang belum teraktivasi untuk membuat akun Google. Di sini artinya kita bisa menambah 15GB lagi, yang asumsinya bisa diisi dengan berkas penting untuk lima tahun ke depan lagi.

Adapun media penyimpanan yang dipakai, saat ini masih menggunakan HDD (hard disk drive) yang di dalamnya berisi piringan magnetik bergerak, yang sekalipun dibuat sangat aman oleh pabrikannya, namun ini masih menyimpan potensi rusak dikarenakan adanya benda bergerak di dalam tubuhnya.

Ke depannya, doakan BMWCCI Kediri Chapter akan memiliki kemampuan untuk menambah inventaris SDD (solid state disk), media simpan terbaru yang berisi chip elektronis yang relatif sangat aman dari benturan, jatuh, dan kecelakaan ringan lainnya.

Seiring dengan semakin murahnya harga komersial awan penyimpan, mungkin ke depannya ada kemungkinan kita semua baiknya mulai memindah semua berkas penting bukan hanya di media simpan saja, melainkan langsung digandakan penyimpanannya ke awan penyimpan.

Hanya saja untuk saat ini, dalam hitung-hitungan kas vs berkas BMWCCI Kediri Chapter, itu semua masih dipandang belum perlu dulu. Sekali lagi ini masih pertimbangan saat ini, yang ke depannya mungkin akan berbeda.

Itulah sedikit cerita dibalik metode pengarsipan yang ada di belakang dapur rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Mohon saran dan masukan rekan-rekan semua sekalian. Terima kasih telah membaca.