Arsip

Dari semua aset negara yang ada, arsiplah yang paling berharga. Warisan nasional dari generasi ke generasi yang sangat perlu untuk dilestarikan. Tingkat keberadaban negara dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Sir Arthur G, Kanada 1924.

Tak terasa, 2019 ini telah lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter. Konon, ini adalah usia kritikal dalam membentuk perjalanan kebersamaan. Sebuah entitas bisnis mungkin akan menemukan bentuk (manajemen rumah tangga)nya setelah menjalani lima tahun perjalanan. Pun dengan beragam organisasi, institusi, atau entitas apapun. Termasuk klub kecil imut BMWCCI Kediri Chapter ini.

Beragam suka-duka sedih-tawa tangis-gembira memang pada kenyataannya mewarnai perjalanan klub resmi BMW yang berada di kawasan Kediri Raya ini.

Mulai hal-ihwal kendaraan seperti kecelakaan yang dialami warga Kedirian, evakuasi kendaraan rekan yang berkendala di perjalanan. italian tuning tengah malam, ngoprek dan troubleshooting, hingga bersama-sama menyatukan semangat menjalani turing panjang;

atau hal-ihwal kekeluargaan seperti meninggalnya keluarga inti, lahirnya baby bimmer baru Kedirian, warga yang telah bertemu jodohnya dan menikah, arisan emak-emak Bimmernita Kedirian yang ostosmastis sekaligus family gathering, kopdar rutin, datangnya warga-rekan/teman-member/anggota baru maupun warga yang dengan baik-baik pamit secara fisik meninggalkan klub karena satu dan lain hal namun berjanji bahwa hati dan jiwanya masih bersama BMWCCI Kediri Chapter, hingga hal-hal ringan sederhana semacam ngopi dadakan.

Semuanya berbaur menjadi satu dalam tubuh keluarga mungil BMWCCI Kediri Chapter ini.

Sebagai klub BMW resmi, BMWCCI Kediri Chapter memang berpegang hanya pada regulasi klub yang tertuang pada AD/ART. Dan dalam lima tahun perjalanan ini, telah banyak arsip terproduksi karena sebab dijalankannya roda pemerintahan dan manajemen klub. Ada surat resmi, notis/pemberitahuan, poster-poster klub, (e)flyer, banner-banner, hingga foto-foto atau video dokumentasi kegiatan.

Pun dalam kesehariannya, di samping hal resmi klub, banyak hal alamiah kekeluargaan yang berlangsung dan terjadi sebagaimana segenap kisah di atas: kelahiran dan kematian, turing dan kopdar, rembug warga (rapat/meeting) dan ngobrol santai, ngoprek dan troubleshooting, evakuasi unit dan italian tuning, dll.

Semua perjalanan bersama sang waktu tersebut, umumnya terekam dalam segala format rekaman, baik foto, video, atau tulisan yang tercecer mulai dari grup WA internal Kedirian hingga blog resmi seperti yang Anda baca ini.


Meski BMWCCI Kediri Chapter masih baru lima tahun menjalani waktu, namun tiada terasa rekaman perjalanan seiring masa ini begitu bejibun. Khususnya segala berkas dalam format digital, karena memang kebijakan semua publikasi, komunikasi, dan interaksi dalam manajemen dan rumah tangga klub menggunakan saluran digital: IG, FB Page, grup WA internal Kedirian maupun internal BMWCCI, dan email serta cloud storage.

Dari awal-awal yang hanya sedikit menerbitkan surat atau segala macam berkas fisik/tercetak, semakin ke sini bukannya semakin banyak berkas fisik yang terproduksi justru malah sebaliknya: semakin sedikit lagi dan bahkan bisa dibilang sudah nyaris tak pernah ada berkas fisik/tercetak yang diproduksi.

Berkas fisik yang masih diproduksi mungkin hanya banner saja untuk kegiatan-kegiatan klub. Selebihnya, semua dalam bentuk digital. Andai saja panel/layar monitor berukuran super besar bisa murah untuk dibeli atau disewa, banner kegiatan klub mending dipajang melalui panel monitor ekstra raksasa saja. Jadi tak perlu ada banner yang kemudian tak bisa dipakai lagi.

Lainnya banner, surat dan berkas tercetak sepanjang 2018 ini hanya berkas surat-surat saat BMWCCI Kediri Chapter mengajukan pembukaan rekening resmi chapter untuk mewadahi segala transaksi finansial klub.

Alhasil, bisa dikata semua berkas tersimpan dalam lima tahun usia BMWCCI Kediri Chapter adalah berkas dalam format digital.


Metode penyimpanan.

BMWCCI Kediri Chapter memiliki tiga kategori berkas untuk disimpan yang mana klasifikasi berkas ini juga menentukan jenis media penyimpanannya.

  • Berkas mentah, yang bisa disimpan bisa tidak.
  • Berkas dukungan, yang perlu disimpan, namun jika hilang masih bisa direproduksi lagi atau kalaupun toh hilang, tidak akan mengganggu jejak sejarah dan/atau menghilangkan kearsipan itu sendiri.
  • Berkas penting & utama, yang wajib disimpan dan diamankan. Ini meliputi seluruh berkas administrasi rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Berkas mentah biasanya terdiri dari gambar-gambar yang didownload untuk membuat sebuah eflyer dll. Jika gambar ini hilang, maka akan bisa dicari lagi di internet. Berkas-berkas ini cukup disimpan di media penyimpanan harddisk atau bahkan langsung dihapus ketika semua telah purna.

Berkas dukungan biasanya terdiri dari foto atau video kegiatan. Sebenarnya berkas ini penting, sebab jika hilang, semua tidak akan bisa diulang lagi. Namun foto dan video kegiatan biasanya semuanya telah diuanggah ke laman Facebook secara internal, dengan foto-foto/video yang telah terseleksi akan dipublikasikan terbuka melalui beragam akun media sosial resmi BMWCCI Kediri Chapter disamping tetap disimpan di perangkat penyimpanan dengan status tak akan dihapus.

Berkas utama, nah ini yang paling penting: selain tetap disimpan di media penyimpanan, berkas utama ini disimpan juga di awan penyimpan (cloud storage) – bahasa Indonesia masih memadankan dengan istilah penyimpanan awan, sementara izinkan kami di sini menggunakan frasa awan penyimpan(an).

Dalam lima tahun perjalanannya ini, BMWCCI Kediri Chapter ternyata hanya memerlukan satu wadah awan penyimpan, yakni Google Drive -yang (akan) berganti merk dagang menjadi Google One dengan kapasitas gratis 15GB.

Namun dalam lima tahun ini, kapasitas segitu ternyata sudah penuh.

Untungnya kita masih mungkin untuk membuat akun Google baru lagi, hanya dengan berbekas nomor ponsel yang belum teraktivasi untuk membuat akun Google. Di sini artinya kita bisa menambah 15GB lagi, yang asumsinya bisa diisi dengan berkas penting untuk lima tahun ke depan lagi.

Adapun media penyimpanan yang dipakai, saat ini masih menggunakan HDD (hard disk drive) yang di dalamnya berisi piringan magnetik bergerak, yang sekalipun dibuat sangat aman oleh pabrikannya, namun ini masih menyimpan potensi rusak dikarenakan adanya benda bergerak di dalam tubuhnya.

Ke depannya, doakan BMWCCI Kediri Chapter akan memiliki kemampuan untuk menambah inventaris SDD (solid state disk), media simpan terbaru yang berisi chip elektronis yang relatif sangat aman dari benturan, jatuh, dan kecelakaan ringan lainnya.

Seiring dengan semakin murahnya harga komersial awan penyimpan, mungkin ke depannya ada kemungkinan kita semua baiknya mulai memindah semua berkas penting bukan hanya di media simpan saja, melainkan langsung digandakan penyimpanannya ke awan penyimpan.

Hanya saja untuk saat ini, dalam hitung-hitungan kas vs berkas BMWCCI Kediri Chapter, itu semua masih dipandang belum perlu dulu. Sekali lagi ini masih pertimbangan saat ini, yang ke depannya mungkin akan berbeda.

Itulah sedikit cerita dibalik metode pengarsipan yang ada di belakang dapur rumah-tangga BMWCCI Kediri Chapter.

Mohon saran dan masukan rekan-rekan semua sekalian. Terima kasih telah membaca.

Cruising speed.

Suatu ketika, saya dipasrahi kunci untuk duduk di belakang kemudi sebuah E36 milik seorang kolega. Jujur saja, saya memacunya 140-160 kpj di ruas tol antara Salatiga, Jawa Tengah hingga Madiun, Jawa Timur.

Lari segitu, eh kami masih berkali-kali disalip oleh kendaraan lain, yang banyak diantaranya berjenis MPV ukuran menengah di sini.

Entah kenapa, mendadak saya koq justru malah ketakutan melihat mereka.

Karena ketakutan melihat kencangnya laju kendaraan lain, akhirnya saya turunkan kecepatan dan stabil di 120-130 kpj. Itu pun karena sandal di kaki saya rasanya masih terlalu berat sehingga enggak sadar masih menekan pedal gas. Alhasil, jadinya terasa susah dan perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru untuk mengangkat pedal gas ke maksimal 100 kmh aja, sesuai batas legal maksimal jalan tol.

Bayangkan, perlu usaha serta konsentrasi tambahan justru bukan untuk melaju kencang, melainkan untuk menjaga kecepatan stabil di 100 kpj. Sementara banyak rekan bilang, mengendarai BMW di jalan tol dengan kecepatan 80 kpj itu rasanya seperti orang bingung dan justru berpotensi kita tanpa sadar melamun di jalan.

Dilematis.

Menurut subyektif saya pribadi, cruising-speed BMW, model apapun, itu paling pas enak nyaman enggak bikin ngantuk namun juga enggak terasa ngebut itu di 120 kpj. Kecepatan 100 kpj apalagi “cuma” 80 kpj itu rasanya masih berpotensi bikin ngelamun di jalan.

Sementara batasan kecepatan melaju di jalan tol adalah minimal 60 kpj dan maksimal 100 kpj, tergantung ruas sepertinya ada yang 110 kpj.

Dilematis.


Mengendarai BMW di jalan tol yang lengang dan panjang itu menyenangkan. Namun musuh utamanya bukanlah capek ataupun rasa kantuk, melainkan mendadak tanpa sadar (tentunya) melamun. Melamun, beda dengan mengantuk.

Kita boleh saja berangkat dalam kondisi segar bugar waras-wiris sehat walfiat enggak gampang ngantuk, tensi darah stabil, gula darah normal, rpm jantung normal; tapi kalau terkena “sindrom” tol puanjang lempeng, bisa-bisa mendadak seperti melamun sambil kala mengemudi jika enggak ada navigator yang lihai menjaga ritme psikologis kita.

Navigator harus secara temporer mengajak kita ngobrol/bicara untuk mengetahui kondisi psikologi kita. Namun jika terlalu kerap mengobrol, kadang bisa mengganggu konsentrasi juga. Sementara jika terlalu lama diam, kembalinya itu tadi: berpotensi melamun.

  • Freema HW, sekedar catatan.

BMW Serie-5 E34

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

Di Indonesia, BMW Serie-5 E34 ini umumnya dibeli karena harga sekennya yang jatuh nyungsep plus perawatan yang relatif sangat murah -terutama pada varian standar 6cyls atau 4cyls, tidak berlaku untuk V8- namun masih mendapatkan kenyamanan yang khas Serie-5, khas BMW.

Namun tidak melulu demikian karena murahnya; diam-diam buanyakkk namun tersembunyi penggemar kuatnya yang dengan sadar dan sengaja mencari, mengkoleksi, dan merawat E34 karena ini adalah generasi terakhir classic-fascia BMW, ditandai dengan lampu telanjang bulatnya. Nuansa tampang yang unik dan tak semua orang bisa menerima dan menyukainya, namun itu sungguh menarik dan tak lagi bisa didapatkan di generasi/seri-seri setelahnya.

Mereka maniak E34 ini, sama dengan maniak E30 yang susah dinalar kesukaannya, adalah kaum dengan pola pikir dan pola pandang ekstraordinari yang begitu luar biasanya dalam menghobi seri ini. Mereka inilah yang kemudian membentuk dan membangun basis kuat penggila BMW klasik, termasuk E34 ini.

Mereka yang berani merawat seri-seri tua BMW, biasanya justru mendapatkan respek luar biasa, saat dimana mereka bisa saja membelanjakan uangnya untuk sebuah unit (baru) dari tipe pasaran dari merk lain, mereka justru memilih menginvestasikan nominalnya demi tetap well-performed alias performa prima-nya sebuah BMW tua.

Sebab di situ ada fungsi/kebutuhan yang tetap terpenuhi plus ada makanan psikologis yang bisa didapatkan.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/Bnp417ZHyIX/

BMW Serie-3 E36

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

BMW Serie-3 E36 ini menurut saya pribadi sungguh mengindonesia banget. Dan emang generasi ketiga Serie-3 ini bisa dibilang begitu populer di Indonesia.

Tampangnya cakep: fase peralihan dari era klasik ke modern yang ditandai dengan terbungkus/cover-nya lampu depan; enggak terkesan kuno dan masih update – enggak ketinggalan jaman bahkan hingga 25 tahun usianya kini, sehingga para ibu banyak yg menyetujui bahkan mendorong suaminya memilih seri ini ketimbang Serie-5;

perawatannya relatif mudah dan murah meriah;

handling-nya yang bahkan minim fitur kontrol bodi pun terasa masih susah ditandingi -bahkan dikalahkan- bahkan oleh sesama BMW generasi-generasi setelahnya;

dan memberikan opsi yang lumayan luas – hingga membentuk semacam mazhab kepada penggemarnya: mulai dari mazhab 4cyls yang super hemat – hingga orang kadang tak percaya bahwa BMW bisa irit BBM dan murmer perawatan, hingga mazhab 6 cyls yang buasss cetar membahana.

Harga jual rata-ratanya kini tak bisa dibilang hancur. Harganya sudah stabil, menyusul & mengikuti harga rata-rata E30 yang telah duluan malah menanjak naik. Bahkan setara dengan harga E46 yang mulai melorot karena kondisi pasar.

Dan, E36 bukan hanya asyik di tol. Meliuk-liuk di kelok-kelok pegunungan adalah joy tak terkira dengan E36.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/BnqTMglAJRO/