BMW Serie-5 E34

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

Di Indonesia, BMW Serie-5 E34 ini umumnya dibeli karena harga sekennya yang jatuh nyungsep plus perawatan yang relatif sangat murah -terutama pada varian standar 6cyls atau 4cyls, tidak berlaku untuk V8- namun masih mendapatkan kenyamanan yang khas Serie-5, khas BMW.

Namun tidak melulu demikian karena murahnya; diam-diam buanyakkk namun tersembunyi penggemar kuatnya yang dengan sadar dan sengaja mencari, mengkoleksi, dan merawat E34 karena ini adalah generasi terakhir classic-fascia BMW, ditandai dengan lampu telanjang bulatnya. Nuansa tampang yang unik dan tak semua orang bisa menerima dan menyukainya, namun itu sungguh menarik dan tak lagi bisa didapatkan di generasi/seri-seri setelahnya.

Mereka maniak E34 ini, sama dengan maniak E30 yang susah dinalar kesukaannya, adalah kaum dengan pola pikir dan pola pandang ekstraordinari yang begitu luar biasanya dalam menghobi seri ini. Mereka inilah yang kemudian membentuk dan membangun basis kuat penggila BMW klasik, termasuk E34 ini.

Mereka yang berani merawat seri-seri tua BMW, biasanya justru mendapatkan respek luar biasa, saat dimana mereka bisa saja membelanjakan uangnya untuk sebuah unit (baru) dari tipe pasaran dari merk lain, mereka justru memilih menginvestasikan nominalnya demi tetap well-performed alias performa prima-nya sebuah BMW tua.

Sebab di situ ada fungsi/kebutuhan yang tetap terpenuhi plus ada makanan psikologis yang bisa didapatkan.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/Bnp417ZHyIX/