BMW Motorrad: Kode Sasis

Sebagaimana di mobil BMW era modern yg punya kode bodi, motor BMW (BMW Motorrad) pun juga punya.

Cuman saya bingung ini kode apa, mustinya sih kode sasis. Karena pada kode yg sama bisa jadi model/varian yg berbeda, tergantung mesin dan peruntukannya (road/street, all-road, sport, dll.)

Kayaknya iya, karena kode bodi pada mobil BMW sebenarnya juga mengacu ke sasis, cuman kebetulan ‘sasis yang itu’ langsung ditempeli ‘bodi yg itu’. Jadinya kode bodi.

K50 = R 1200 GS 2011-2018
K51 = R 1200 GS Adventure 2012-2018
K52 = R 1200 RT 2013-2018
K53 = R 1200 R 2013-2018
K54 = R 1200 RS 2014-2018

K25 = R 1200 GS, GS Adventure, HP 2002-2012

K26 = R 900 RT, R 1200 RT 2003-2014
K27 = R 1200 R 2005-2014
K28 = R 1200 ST 2003-2007
K29 = R 1200 S, HP2 Sport 2004-2010

K21 = R nineT 2013-2018
K22 = R nineT Pure 2015-2018
K23 = R nineT Scrambler 2015-2018
K32 = R nineT Racer 2015-2018
K33 = R nineT Urban G/S 2016-2018

K40 = K 1200 S, K 1300 S 2003-2015
K43 = K 1200 R, Sport; K 1300 R 2004-2015
K44 = K 1200 GT, K 1300 GT 2004-2010

K42 = HP4 2011-2014
K46 = S 1000 RR 2008-2018
K47 = S 1000 R 2013-2018
K49 = S 1000 XR 2014-2018
K60 = HP4Race 2017-2018

K48 = K 1600 GT, K 1600 GTL 2010-2018
K61 = K 1600 Bagger 2017-2018

K80 = F 750 GS 2016-2018
K81 = F 850 GS 2016-2018
K70 = F 700 GS 2011-2017
K71 = F 800 S, F 800 ST, F 800 GT 20014-2018
K72 = F 650 GS, F 800 ST, F 800 GT 2004-2018
K73 = F 800 R 2005-2018
K75 = F 800 GS Adventure 2012-2017

E169 = F 650, F 650 ST 1993-2003

R13 = F 650 GS, GS Dakar 1999-2007

K14 = F 650 CS 2000-2005
K17 = C Evolution 2013-2018
K18 = C 600 Sport, C 650 Sport 2011-2018
K19 = C 650 GT 2011-2018
K09 = C 400X 2018-

K02 = G 310 GS 2016-
K03 = G 310 R 2016-

R13 = G 650 GS 2008-2015
R13 = G 650 GS Sertao 2010-2014

K16 = G 450 X 2007-2010
K15 = G 650 X 2006-2009

259 = R 850 GS, R 1100 GS 1993-2006
R21 = R 1150 GS 1998-2003
R21 = R 1150 GS Adventure 2001-2005
259R = R 850 R, R 1100 R 1993-2002
R28 = R 850 R, R 1150 R, Rockster 1999-2007
259 = R 850 RT, R 1100 RT 1994-2001
R22 = R 850 RT, R 1150 RT, R 1150 RS 2000-2006
259 = R 1100 S, R 1100 RS 1992-2005
259C = R 850 C, R 1200 C 1996-2004
259C = R 1200 C Montauk 2002-2004
259C = R 1200 C Independent 2000-2004

K30 = R 1200 CL 2001-2004
K589 = K 1100 RS, K 1100 LT 1989-1999
K589 = K 1200 RS, K 1200 LT 1996-2008
K41 = K 1200 GT, K 1200 RS 2000-2005
C1 = 1999-2003
A73
A40
A61 = 1997-2000
A67 = 2005
A15

– FHW

Why BMW Owner Are Fanatics

Fanatically loyal, that is.

They buy a BMW because the car is a great idea. A perfectly practical family sedan and a superb sport car. All in one.

And the the longer they own it, the more enthusiastic they get. Because that great idea is such a great car.

Driving one is a very special exprerience. There is a responsiveness, a smoothness, a precise sureness, in the way a BMW handles that makes driving a real joy.

The car is fast, and incredibly rugged. And because of the sophisticated BMW suspension, it holds the road better than any other car we know of.

Yet for all that, performance is only the beginning. There is the dependability, and the comfort, and the roominess, and the economy.

There is the finish, and the craftsmanship, and the materials.

And most of all, there is the feeling that of all the machinery you may have driven, nothing was put together as beautifully as this.

So sure, BMW owners are fanatics. After all, the’ve got a lot going for them.

Last but not least, mutunya terjamin. 😀 [Red]

BMW Serie-5 E34

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

Di Indonesia, BMW Serie-5 E34 ini umumnya dibeli karena harga sekennya yang jatuh nyungsep plus perawatan yang relatif sangat murah -terutama pada varian standar 6cyls atau 4cyls, tidak berlaku untuk V8- namun masih mendapatkan kenyamanan yang khas Serie-5, khas BMW.

Namun tidak melulu demikian karena murahnya; diam-diam buanyakkk namun tersembunyi penggemar kuatnya yang dengan sadar dan sengaja mencari, mengkoleksi, dan merawat E34 karena ini adalah generasi terakhir classic-fascia BMW, ditandai dengan lampu telanjang bulatnya. Nuansa tampang yang unik dan tak semua orang bisa menerima dan menyukainya, namun itu sungguh menarik dan tak lagi bisa didapatkan di generasi/seri-seri setelahnya.

Mereka maniak E34 ini, sama dengan maniak E30 yang susah dinalar kesukaannya, adalah kaum dengan pola pikir dan pola pandang ekstraordinari yang begitu luar biasanya dalam menghobi seri ini. Mereka inilah yang kemudian membentuk dan membangun basis kuat penggila BMW klasik, termasuk E34 ini.

Mereka yang berani merawat seri-seri tua BMW, biasanya justru mendapatkan respek luar biasa, saat dimana mereka bisa saja membelanjakan uangnya untuk sebuah unit (baru) dari tipe pasaran dari merk lain, mereka justru memilih menginvestasikan nominalnya demi tetap well-performed alias performa prima-nya sebuah BMW tua.

Sebab di situ ada fungsi/kebutuhan yang tetap terpenuhi plus ada makanan psikologis yang bisa didapatkan.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/Bnp417ZHyIX/

BMW Serie-3 E36

Ini bukan tentang bahasan teknis. Ini tentang bahasan non-teknis. Ini tentang ocehan garing dan iseng saya pribadi.

BMW Serie-3 E36 ini menurut saya pribadi sungguh mengindonesia banget. Dan emang generasi ketiga Serie-3 ini bisa dibilang begitu populer di Indonesia.

Tampangnya cakep: fase peralihan dari era klasik ke modern yang ditandai dengan terbungkus/cover-nya lampu depan; enggak terkesan kuno dan masih update – enggak ketinggalan jaman bahkan hingga 25 tahun usianya kini, sehingga para ibu banyak yg menyetujui bahkan mendorong suaminya memilih seri ini ketimbang Serie-5;

perawatannya relatif mudah dan murah meriah;

handling-nya yang bahkan minim fitur kontrol bodi pun terasa masih susah ditandingi -bahkan dikalahkan- bahkan oleh sesama BMW generasi-generasi setelahnya;

dan memberikan opsi yang lumayan luas – hingga membentuk semacam mazhab kepada penggemarnya: mulai dari mazhab 4cyls yang super hemat – hingga orang kadang tak percaya bahwa BMW bisa irit BBM dan murmer perawatan, hingga mazhab 6 cyls yang buasss cetar membahana.

Harga jual rata-ratanya kini tak bisa dibilang hancur. Harganya sudah stabil, menyusul & mengikuti harga rata-rata E30 yang telah duluan malah menanjak naik. Bahkan setara dengan harga E46 yang mulai melorot karena kondisi pasar.

Dan, E36 bukan hanya asyik di tol. Meliuk-liuk di kelok-kelok pegunungan adalah joy tak terkira dengan E36.

– Freema HW

Opini ini juga tayang di https://www.instagram.com/p/BnqTMglAJRO/