Ortus Tours, Jaminan layanan perjalanan Anda.

Saat ini akan sangat lebih mudah dan nyaman untuk memasrahkan manajemen perjalanan Anda ke pihak tours & travel. Baik itu untuk perjalanan kecil yang hanya melibatkan beberapa peserta maupun perjalanan besar yang meibatkan ratusan bahkan ribuan peserta.

Dari perjalanan “ringan” yakni sekedar ngurusi perjalanan rombongan datang ke acara resepsi temanten, perjalanan dinas semacam study banding, hingga perjalanan ke luar negeri semacam nonton F1; Ortus Tours telah berpengalaman menangani manajemen perjalanannya.

Lebih detail, ini jasa/layanan dari Ortus Tours:

  • Perjalanan wisata dalam dan luar negeri.
  • Study-tours untuk pelajar dan mahasiswa.
  • Perjalanan dinas.
  • Outbound tour.
  • Persewaan Transport yang meliputi: Elf, Bus Pariwisata.
  • Persewaan transpor/kendaraan keluarga dan pengantin.
  • Dokumentasi perjalanan.

Ortus Tours berbasis di kawasan Srengat, Blitar, Jawa Timur. Klien-klien terbesarnya rata-rata memang dari seputaran kawasan Blitar – Kediri – Tulungagung dan sekitarnya namun juga enggak sedikit klien dari lintas kawasan yang mempercayakan manajemen perjalanannya ke biro perjalanan ini.

Studi banding dinas maupun study tours/karyawisata siswa/mahasiswa ke Bali, Yogya, Jakarta, hingga lintas pulau lainnya telah berkali-kali ditangani oleh Ortus Tours.

Armada yang nyaman dan kru yang sangat melayani adalah jaminan konsistensi pelayanan dari Ortus Tours. Inilah jaminan kebijakan mutu dari Ortus Tours:

  1. Terus meningkatkan dan menyempuranakan produk dan layanan Ortus Tours.
  2. Menyediakan produk jasa yang secara konsisten memenuhi harapan pelanggan.
  3. Memastikan personil (teamworks) dilatih secara profesional sesuai dengan standar perjalanan kelas dunia dan pengembangan teknologi.
  4. Memastikan kepatuhan hukum dan peraturan dalam pelaksanaan perjalanan dinas dan bisnis.

Jika Anda bingung memilih dan masih ragu menetapkan biro perjalanan yang akan menangani kebutuhan perjalanan Anda, BMWCCI Kediri Chapter dengan yakin merekomendasikan: pilihlah Ortus Tours. Nggak main-main lho ini rekomendasinya. 😉

Silakan hubungi Mas Agus Subyantoro pada:

  • Nomor ponsel: 08113718787
  • Nomor WA: 081578787807
  • IG: ortus_agus
  • FB: Byan Bojana
  • Email: ortus.blitar@gmail.com

Ortus Tours didirikan dengan akta notaris No.407 tahun 2015 dikeluarkan oleh SULIN, SH.,Mn. dengan SIUP nomor .503/00033/409.303/KPTSP- PK/I/2016 dan TDP nomor 13.31.3.79.01270

Adapun VISI perusahaan adalah menjadi salah satu perusahaan jasa wisata terbaik dan perusahaan yang mempunyai pelayanan serta produk bermutu khususnya dalam bidang paket wisata domestik dan internasional.

Dengan MISI:

  • Memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan kepada semua pelanggan.
  • Memberikan kesejahteraan kepada setiap anggota perusahaan, pemegang saham, manajemen, dan seluruh karyawan.

Mcqueen yaqueen kan milih Ortus Tours? Sekali lagi, BMWCCI Kediri Chapter berani merekomendasikannya lho! 😉 [Advetorial]

Kolaborasi Pemasangan Setrum Jalan Raya

BMW Group, Daimler AG, Ford Motor Company, dan Volkswagen Group dengan Audi & Porsche-nya merencanakan usaha patungan untuk pengisian daya ultra cepat dan berdaya tinggi di sepanjang jalan raya utama di Eropa.

BMW Group, Daimler AG, Ford Motor Company dan Volkswagen Group dengan Audi dan Porsche telah menandatangani nota kesepahaman untuk menciptakan jaringan pengisian ulang berdaya tinggi di Eropa.

Tujuannya adalah untuk memungkinkan perjalanan jarak jauh bagi pengemudi kendaraan listrik berbasis baterai, dengan segera membangun sejumlah stasiun pengisian/cas ulang yang cukup banyak: di sepanjang jalan tol dan jalan raya utama Eropa, yang pada saat ini memang masih belum layak melayani sebagian besar pengemudi BEV.

Pembangunan direncanakan akan dimulai pada tahun 2017. Target awal direncanakan sekitar 400 titik lokasi di Eropa. Diharapkan, pada 2020 pelanggan akan telah memiliki akses ke ribuan titik pengisian berdaya tinggi ini.

Aktivitas nyetrum ulang kendaraan listrik ini diharapkan bisa berevolusi agar kelak bisa senyaman seperti mengisi bahan bakar minyak di pompa bensin konvensional seperti saat ini.

Jaringan akan didasarkan pada teknologi standar Combined Charging System (CCS).

Rencana infrastruktur ini digadang-gadang bakal memperluas standar teknis pengisian daya listrik kendaraan dari AC ke DC yang selama ini telah ada ke tingkat kapasitas berikutnya, yakni menjadi pengisian cepat DC hingga 350 kW.

Proyek jaringan pengisian daya tinggi ultra-cepat dengan tingkat daya hingga 350 kW ini akan secara signifikan mengisi lebih cepat daripada sistem pengisian paling kuat yang pernah ada saat ini.

BEV yang dirancang untuk menerima pengisian ulang berkekuatan penuh dari stasiun pengisian daya ini nantinya akan dapat di-cas ulang secara bersama, tanpa harus diisi di stasiun cas ulang sesuai masing-masing merek kendaraannya lagi.

Jaringan ini dimaksudkan untuk melayani semua kendaraan yang dilengkapi CCS untuk memfasilitasi adopsi massal BEV/mobil listrik di pasaran. .

Poin-poin utama rencana besar ini adalah:

  • Uasaha bersama untuk menggelar jaringan pengisian daya DC bertenaga tinggi untuk kendaraan listrik berbaterai (battery electric vehicles/BEV) yang mencakup rute perjalanan jarak jauh di Eropa.
  • Level daya disiapkan hingga 350 kW sehingga secara signifikan akan mengurangi waktu pengisian daya.
  • Membangun sekitar 400 titik lokasi pengisian daya ultra cepat.
  • Jaringan didasarkan pada standar Combined Charging System (CCS).
  • Kolaborasi yang belum pernah ada sebelumnya dari para pabrikan ini akan membentuk jaringan infrastruktur pengisian daya yang independen.

[Red]

Palma Merasa Nyaman Mengendarai BMW.

Palma Septiany Putri.

SEJAK dua tahun terakhir, Palma Septianyputri mengendari BMW seri 528i-E39 warna silver. Banyak perbedaan yang ia rasakan dibanding tunggangan sebelumnya. Kenyamanan yang paling utama.

“Lebih enak dipakai. Yang pertama mesin terasa halus. Interior juga oke. Meski second tapi tidak terlalu berasa,” ungkap Palma yang seorang penari ini.

BMW milik Palma merupakan keluaran 1997. Ia membeli dari rekannya dengan harga yang cukup bersahabat. Kendaraan asal Eropa ini memang dikenal jauh lebih murah jika membeli second.

Yang terlintas di pikiran saat memilih kendaraan second dengan harga miring tentu kondisi si BMW. Benarkah masih bagus atau ada bagian yang sudah aus. Terlintas pikiran salah-salah nanti biaya untuk perbaikan justru jadi mahal.

Ini pula yang sebelumnya sempat terbersit di pikiran warga BMWCCI Semarang Chapter ini. Untungnya, ia sukses mendapat kendaraan yang kualitasnya masih bagus. Setelah resmi terbeli, tidak banyak perbaikan yang mesti dilakukan. Ia hanya melakukan sedikit modifikasi, itu pun agar BMW-nya sesuai seperti yang ia inginkan.

“Intinya memang harus hati-hati. Kalau membeli kendaraan second sebaiknya bawa teman yang mengerti seluk-beluk mesin merk yang bersangkutan. Jadi tidak seperti beli kucing dalam karung,” kata Palma.

Sejauh ini, ia menandaskan, tidak memiliki problem dengan E 39-nya. Ia justru menyesal, kenapa tidak sejak dulu mengganti tunggangannya dengan mobil keluaran Eropa tersebut.

Untuk perawatan, setiap bulan Palma melakukan servis general ke Astra, ganti oli mesin, oli matic dan oli rem. Berkat servis yang tertib, tidak ada permasalahan berarti pada kendaraannya.

“Kalau soal modifikasi, karena lebih ke selera ya. Tapi aku juga tidak banyak melakukan modif. Mesin dan bodi tetap asli. Kalau diganti malah jadi berkurang nilainya,” imbuh Palma.

Modif paling besar (dari segi biaya) ia lakukan pada velg. Palma mengganti velg bawaan dengan tipe racing 19 inci. Hasilnya, mobil makin gagah, sporty dan elegan. Untuk itu, ia mengeluarkan dana sebesar Rp 8 juta.

Karena sering touring ia juga memasang fog lamp untuk kondisi berkabut atau kala hujan. Selain itu ia memasang kaca film V-Kool 80 persen agar berkendara juga lebih nyaman.

[Repost]