Mobilitas bebas repot, berhadiah jutaan rupiah!

Sebagai penyedia mobilitas premium internasional, BMW berkomitmen untuk memberikan solusi mobilitas terbaik di masa depan. BMW sangat tertarik dengan kerepotan, bahaya, dan kebutuhan pengguna mobilitas dalam perjalanan reguler mereka – terlepas dari moda transportasi mereka.

BMW ingin mengetahui masalah apa yang Anda hadapi dan jika Anda menemukan solusinya, bergabunglah dengan lomba ide ini serta menangkan hadiah dengan total € 3500 & servis BMW Anda!

Didirikan pada tahun 1916 sebagai produsen mesin pesawat, BMW menyentuh tanah dengan sepeda motor pertamanya pada tahun 1923 dan akhirnya menjadi produsen mobil pada tahun 1928.

Sejak itu, perusahaan berevolusi menjadi salah satu penyedia mobilitas premium terkemuka di seluruh dunia. Dengan MINI, Rolls-Royce, serta BMW Motorrad dan merek mobil, portofolio produk mencapai dari kendaraan kota kompak hingga lambang kemewahan dan ruang.

Penggemar Motorsport menghargai kinerja kendaraan BMW M, sementara BMW i berdiri untuk solusi mobilitas berkelanjutan tanpa kompromi.

Sejak dimulainya layanan berbagi mobil mengambang bebas DriveNow pada 2011, BMW terus meningkatkan standar dalam parkir digital inovatif, pengisian daya dan solusi berbagi kendaraan.

Dengan semangat yang sama dengan yang BMW terus kembangkan kembali di masa lalu, kini perusahaan lebih siap untuk beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pelanggan. Untuk itu, pihak BMW membutuhkan masukan Anda!

Tantangan.

Terlepas dari moda transportasi Anda, mobilitas dimulai jauh sebelum Anda meninggalkan rumah. Dari keinginan pertama untuk pindah ke tempat lain, ke kopi yang ingin Anda ambil di jalan, ke tagihan yang datang dua minggu setelah perjalanan – kami ingin memahami semua kebutuhan dan kerepotan Anda sepanjang perjalanan. Ini bisa berupa perjalanan bisnis, perjalanan harian Anda ke kantor atau perjalanan di waktu luang Anda.

Tugas Anda adalah memantau mobilitas pribadi Anda selama satu minggu atau lebih.

  • Apakah ada kerepotan yang Anda temui?
    Misalnya. bau, cuaca, waktu terbuang, kebisingan, kurang nyaman, dll.
  • Adakah kebutuhan selama perjalanan mobilitas Anda yang belum terpenuhi sejauh ini?
    Misalnya. belanja kebutuhan sehari-hari, membuat janji, pertemuan pribadi, dll.
  • Apakah Anda menemukan cara kreatif untuk mengatasi kerumitan atau kebutuhan? Bisakah Anda bayangkan cara bagaimana ini bisa diselesaikan?

Waktu pelaksanaan.

  • Mulai dari kontes: 9 September 2019
  • Akhir pengajuan: 13 Oktober 2019, 23:59 CEST
  • Pengumuman pemenang: 28 Oktober 2019

Penilaian.

Kriteria evaluasi pengguna.

  • Relevansi emosional dengan Anda (sebagai pembaca)
  • Relevansi internasional
  • Kesediaan untuk membayar solusi
  • Apakah Anda merasa terpengaruh oleh masalahnya?
  • Apakah Anda ingin masalah ini diselesaikan?
  • Apakah Anda pikir BMW adalah pemain yang cocok untuk menyelesaikan masalah ini untuk Anda?

Kriteria evaluasi ahli.

  • Solvabilitas masalah
  • Potensi pasar
  • Kualitas kontribusi
  • Kejelasan definisi masalah
  • Keahlian BMW internal yang relevan
  • Apakah ini saat yang tepat untuk solusi masalah?

Hadiah.

  • Juara I: 1.000 € + ke bengkel BMW (termasuk akomodasi dan biaya perjalanan) pada bulan Februari 2020.
  • Juara II: 800 € + ke bengkel BMW (termasuk akomodasi dan biaya perjalanan) pada bulan Februari 2020.
  • Juara III: 600 €
  • Juara IV hingga X: 100 €
  • MVP *: 2 x 200 €

Uang hadiah juga dapat disumbangkan ke badan amal pilihan Anda.

Juara adalah para kontributor, yang memberikan input kualitatif dengan mengirimkan masalah dan kebutuhan, menambahkan komentar yang berharga, dan memberikan evaluasi objektif.

Beberapa contoh kontribusi ide.

AGV Bandara.
Menunggu bagasi sangat menegangkan, AGV sebagai solusi.
– genesis
Published on 03/10/2019
Manajemen Kecelakaan e-skuter.
Di era metropolitan, skuter digunakan secara masif saat ini. Namun tidak ada solusi yang baik untuk kecelakaan apa pun.
– HiThere
Published on 02/10/2019
Lebih dari sekadar mobilitas.
Hal-hal yang sangat pas dan dirancang dengan mobil. Misalnya. kereta bayi; kursi bayi, cangkir kopi, koper, e-skuter, dll.
– Mechlar
Published on 01/10/2019

Selebihnya dapat Anda simak di sini https://hasslefreemobility.hyvecrowd.com/contribution

Udara pagi koq begitu dingin?

Di musim kemarau yang kering tanpa air huja, suhu udara malah terasa lebih dingin. Khususnya kala pagi hari.

Mnurut penjelasan BMKG, ini karena panas yang kita rasakan di bumi merupakan energi gelombang panjang yang dipancarkan bumi setelah menyerap radiasi matahari yang merupakan gelombang pendek.

Energi panas bumi tersebut membuat kita hangat karena energi gelombang panjang tersebut dipantulkan kembali ke bumi oleh awan-awan diatas sana.

Nah, lebih dinginnya udara yang kita sekalian rasakan terutama pada musim kemarau disebabkan karena tidak adanya awan pada malam hari sehingga energi panas bumi atau gelombang panjang dipancarkan seluruhnya dan tidak ada yang dipantulkan kembali ke Bumi.

Dinginnya udara malam hari akan berlangsung hingga pagi hari menjelang siang hari hingga bumi kembali menyerap energi gelombang pendek dari matahari yang kemudian dipancarkan lagi ke atmosfer dan pada saat itulah kita akan kembali merasakan kehangatan/panas bumi.

Jadi jangan lupa siapkan jaket saat berangkat ke sekolah, ke kampus, atau bekerja. Jangan lupa minuman hangatnya.

Hati-hati kulit kering dan sariawan. Tetap banyak makan buah/sayur dan minum air putih.

Turing dan radio komunikasi.

“Rem…. rem… rem….!”

Begitu komander (commander/leader/road-captain) memberikan arahan.

Bila pada umumnya barisan kendaraan akan mengerem satu per satu: yang paling depan mengerem, kemudian belakangnya ikut mengerem, belakangnya lagi menyusul mengerem, belakangnya lagi baru mengerem, demikian seterusnya.

Dengan adanya panduan melalui radio komunikasi, barisan konvoi kendaraan akan bisa mengerem lebih serentak, mirip rangkaian gerbong kereta api yang semuanya mengerem secara bersamaan.

Dengan demikian, potensi kecelakaan bisa dikurangi/diminimalisasi.

Itulah salah satu pentingnya radio komunikasi (handy talkie/walkie talkie) dalam konvoi kendaraan, semisal saat kita sedang turing.

Radio komunikasi akan menjadi indera keenam bagi para pengemudi dalam barisan konvoi kendaraan.

“Ah, turing tuh nyantai aja. Yang penting sampai ke tujuan. Saya enggak suka kalo turing musti cepat-cepat, buru-buru, tergesa-gesa!”

“Begini gaes, kita juga enggak mau kelamaan di jalan. Bisa bikin capek, lelah, suntuk, bosan, dan acara turing kita yang menyenangkan malah jadi menjemukan. Makanya kita musti koordinasi melalui radio komunikasi, bisa semua bisa barengan!”

“Begini sajalah: kita terpisah-pisah enggak apa-apa. Yang penting sampai tujuan!”

Yakh, menggunakan radio komunikasi sebenarnya adalah pilihan. Mau turingnya nyantai ataupun cepat sampai, itu pilihan grup konvoi, jika memutuskan untuk konvoi.

Namun jika memilih berkoordinasi dengan rapi, meminimalisasi risiko kecelakaan, apalagi untuk mengefisiensi dan mengektifkan waktu perjalanan, niscaya penggunaan radio komunikasi bukan lagi membantu lancarnya perjalanan, melainkan sudah ikut menentukan kelancaran perjalanan itu sendiri.

Maklum, masing-masing pengemudi itu punya karakternya masing-masing. Ada yang super santai, ada yang fleksibel, ada yang gatel kalo pelan dan sukanya bejek gas.

Dalam konvoi, karakter masing-masing individu wajib dikesampingkan. Yang ada adalah kesepkatan pola/karakter perjalanan, dan tentunya semuanya wajib tetap patuh dan tunduk pada aturan lalu-lintas jalan raya.

***

Sepulang Indonesian Bimmerfest 2015, ada konvoi gabungan antara Purwokerto Chapter, Yogyakarta Chapter, dan Kediri Chapter melintasi jalur selatan pulau Jawa.

Membelah malam, sepuluh unit kendaraan roda empat (KR4) melaju dengan kecepatan batas maksimal di ruas berliku-liku berkelok-kelok di jalur selatan Jawa Barat – Jawa Tengah.

Komandernya kala itu adalah Om Nico Wijaya dari Purwokerto Chapter. Selain cukup hafal dengan medan perjalanan, beliau juga sangat lihai memandu tim yang dipimpinnya:

  • Memberikan instruksi berapa kendaraan yang bisa mendahului sebuah truk di jalanan berkelok yang normalnya adalah medan blind-spot;
  • Mengabsen secara berkala tim/peserta konvoi sekaligus menanyakan kondisi temperatur masing-masing;
  • Menginformasikan kondisi lalu-lintas dari depan pun kondisi aspal/jalanan;
  • Mencairkan suasana dengan becanda sekaligus mem-break ketika harus ada instruksi yang wajib didengar dan dipatuhi bersama.

Lainnya itu, barisan/rombongan konvoi ditutup oleh sweeper yang juga mempuni:

  • Menginformasikan dan meminta space jika ada kendaraan dari belakang yang hendak mendahului. Pada prinsipnya, konvoi itu pasti megganggu perjalanan pengguna jalan lain. Itulah kenapa peserta konvoi-lah yang wajib mengalah jika ada kepentingan bersama dengan pengguna jalan lain, bukan pengguna jalan lain yang harus mengalah dengan konvoi kita.
  • Memberikan ijin saat barisan konvoi yang berhenti di bahu jalan hendak kembali melanjutkan perjalanan dan harus ‘naik’ ke aspal jalanan. Sweeper-lah yang paling tahu kondisi lalu-lintas dari belakang konvoi.
  • Aktif melaporkan situasi: lolos lampu merah, telah melampaui titik-titik tertentu, dll.

Prinsip dasarnya: komander rajin menginformasikan, sweeper rajin melaporkan.

Namun bukan berarti peserta yang di tengah bisa enjoy seenaknya dan membiarkan komander dan sweeper yang sibuk bekerja.

Para peserta yang di tengah juga harus aktif menjadi interceptor: mengulang/meneruskan informasi dari komander ke sweeper atau sebaliknya, in case sinyal terputus. Atau melaporkan jika konvoi terpenggal oleh lampu merah. Dan lain sebagainya.

Di Purwokerto, konvoi pit-stop sejenak dan separuh peserta konvoi pamit meninggalkan rombongan.

Tinggal rombongan Yogyakarta Chapter dan Kediri Chapter yang meneruskan perjalanan hingga kemudian berpisah di Yogyakarta.

Alhasil, separuh malam itu diisi dengan keasyikan: asyik karena perjalanan kala itu begitu efektif dan efisien, bisa melaju relatif kencang namun tanpa harus ugal-ugalan dan membahayakan pengguna jalan lain.

***

Mengingat begitu pentingnya radio komunikasi, maka ayo bagi yang belum memiliki pesawat HT, pelan-pelan upayakan memilikinya., atau pinjam. Yang penting saat konvoi ada perangkat yang membuat perjalanan kita enggak “buta”.

Harga pesawat radio komunikasi sekarang sudah relatif terjangkau, khususnya untuk merk-merk dari China. Jauh lebih murah dari harga isi bensin full-tank kita. Kemampuannya pun lumayan, cukuplah buat pegangan kala turing. Meski pastikan membeli perangkat yang layak pakai/tidak cacat. Dan pastikan membeli perangkat jangan yang terlalu jelek, karena takutnya malah buang duit tanpa mendapatkan fungsi/hasil.

Kenali pula bahasa-bahasa sederhana dalam penggunaan radio komunikasi, seperti copythat/dimengerti/diterima, over/ganti, dll. Karena radio komunikasi itu meski dua arah namun dia tidak seamless. Jadi perlu bahasa radio komunikasi agar komunikasi dan pengiriman informasi yang ada bisa clear.

Dan jangan lupa ingat nomor lambung kita sendiri pun nomor lambung teman.

Kenapa harus menggunakan nomor lambung?

Sebenarnya enggak harus. Namun nomor lambung, yang notabene adalah nomor registrasi keanggotaan kita, adalah kebanggaan tersendiri bagi kita.

Lainnya itu, nomor lambung akan menghindari kerancuan pemanggilan. Bayangkan jika ada beberapa peserta konvoi dengan nama Agus, akan sangat panjang jika harus dipanggil Agus + predikat.

Akan lebih efisien jika dipanngil dengan call sign-nya: “Kosong satu tujuh monitor!”

Regards,
– Jagawara (humas) & jagawarga (keanggotaan) BMWCCI Kediri Chapter.

Surprise from Mobil1.

BUY MOBIL1 OIL – GET ONE COUPON, AND GET A CHANGE TO GET SPECIAL BMW MERCHANDISE: TRAVEL BAG | WALLET | FLASH DRIVE | KEYCHAIN | LANYARD | Etc

Oil purchases in the period August 1st – November 1st, 2019.

Post your photo with Mobil1 with Hastag #BMWCCIMobilOne and Tag @BMWCCI.Official

Winners will be drawn at the Indonesian Bimmerfest 2019, November 23rd. Surabaya – East Java.

More Information:
Humas BMW Car Clubs Indonesia
Hakeem +62 857-3120-7088
Reza +62 813-7612-0251
Rizky +62 811-1909-460
Indra +62 811-2652-368